10 April 2009

Pendidikan, Krisis Ekonomi dan Kejahatan Internet

Pemerintah Amerika menurunkan laporan peningkatan kejahatan internet (cyber crime) sebesar 30 % dari tahuan 2007 ke tahun 2008. Jenis kejahatan internet yang menempati posisi paling tinggi (38%) adalah penipuan online dengan modus lelang barang gaya eBay.com. Seperti penipuan lewat HP yang biasa terjadi di Indonesia, pelaku membuka nomor akun pada perusahaan mediator transaksi online, seperti Paypal atau ClickBank.

Yang menarik, disinyalir bahwa pelaku kejahatan internet ini sebagian besar adalah pakar IT yang mereka sebut dengan Internet Crooks yang kehilangan pekerjaan atau di-phk perusahaan karena krisis ekonomi yang sedang melanda Amerika.

Saya juga pernah membaca cerita seorang pakar IT yang di-phk dan jadi pengangguran. Sebelum di-phk, dia bisa menghasilkan kurang lebih 200 ribu dollar per tahun. Karena di-phk, semua beban belanja keluarga akhirnya harus ditanggung sang istri yang hanya bisa menghasilkan 40 ribu dollar per tahun.

Ada beberapa hal yang menarik bagi saya di sini.

Pertama, pendidikan tidak cukup hanya dengan mengajarkan keterampilan dan pengetahuan kepada peserta didik. Pendidikan juga harus didasarkan pada penanaman nilai integritas kemanusiaan yang baik. Peserta didik tidak cukup hanya disuguhi dengan ide hubungan antara pendidikan tinggi dan penghasilan banyak. Mereka juga mesti diperkenalkan kepada nilai-nilai moral. Sehingga dalam kondisi sulit, ilmu dan keahlian mereka tidak dengan mudah digunakan untuk kejahatan.

Kedua, pendidikan semestinya menghasilkan orang-orang kreatif dan memiliki kemampuan ganda, bukan hanya kemampuan tunggal dan tidak kreatif. Sehingga peserta didik mempunyai kemampuan adaptasi hidup yang tinggi. Tidak seperti ahli IT dalam cerita di atas.

Ketiga, apa yang dialami ahli IT di atas dan apa yang dilakukan para penjahat IT merupakan bukti kegagalan kapitalisme. Kapitalisme telah mematikan usaha-usaha informal, seperti pedagang kaki lima yang ada di negara kita. Bahkan di negara kita sendiri, mereka telah merampas pekerjaan banyak orang dengan membangun mall di mana-mana.

Orang-orang terdidik dimasukkan ke dalam sistem yang sangat hirarkis di mana orang-orang berduit (kapitalis) menjalankan aksi eksploitasi. Nah, saat ekonomi para kapitalis tidak produktif lagi, orang-orang yang berkeja di bawah mereka tidak tahu mau ke mana dan berbuat apa. Jalan akhir yang mereka pilih, karena tekanan kebutuhan hidup, mereka menggunakan keahlian mereka untuk melakukan kejahatan.

0 comments:

opinion Indonesia education reflection university comment capitalism sociology inequality school study America Marx book review higher education justice gender neoliberalism news analysis student American university BHP Bourdieu China Islam Korea Opini SBY Singapore UN Weber democratization equality favorire schools industrialization national exams news social justice ujian ujian nasional university ranking Aceh Adam Smith Asia Banyu Berlin Communist Manifesto Comte DIKNAS DPR Dian Harapan Elizabeth Warren Foucault Fulbright German Giddens Goffman Hagen Koo Hawaii Hobbes Hongkong IT India Indonesian scientist Indonesian student Islamic University Kathmandu Korean Workers Lentera Harapan Lerner Locke MUI Mark Liechty Mills Morris Brown College Nepal Pakistan Parsons Pelita Harapan Perwita Rousseau Syafi'i Maarif Taiwan UI University of California WIZMIC access accountability achievement agent-centered theory agents bahasa blogger blogging boarding school bom class college commet corruption court crime cultural reproduction discourse earthquake economic crisis edublog educational blog elite theory entrepreneurship ethnography evaluation event examination familiy free market furlough habitus history income industry internet korupsi labour laskar pelangi mathematic international competition methods middle-class migrant migrant labor ministery of education modernization multiculturalism narrative new order olimpiade internasional organizatinal change organization paripurna pendidikan penjara pesantren plagiat police politics poverty ranking research right schooling schools sciences social class sociological imagination structuration student tracking suicide teacher top university woman working class
Protected by Copyscape plagiarism checker - duplicate content and unique article detection software. Free Page Rank Tool

  © Blogger template Coozie by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP